Google Chrome; Browser Baru yang Minimalis

Pada tanggal 2 September 2008 kemarin, Google meluncurkan sebuah browser baru. Browser yang diberi nama Google Chrome (selanjutnya kita sebut saja Chrome) ini adalah sebuah multi-tabbed browser, menggunakan Chromium sebagai proyek open-source yang ada di balik Google Chrome. Munculnya Google Chrome semakin menyemarakkan persaingan di antara multi-tabbed browser seperti Firefox dan Opera, sekaligus memberi pengguna alternatif pilihan browser.

Google Chrome versi Beta tersedia untuk pengguna Microsoft Windows (XP ke atas) dalam 43 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Peluncuran perdana Google Chrome lolos tes Acid1 dan Acid2, tetapi tidak lolos untuk tes Acid3, dan mendapat nilai 78 dari 100 poin. Nilai ini lebih tinggi daripada Internet Explorer (14) dan Firefox (71), tapi dibawah Opera (84). Untuk pengembangan browser, Google Chrome berada di bawah Firefox (85), Opera (91), dan Safari (100), tapi masih lebih baik daripada Internet Explorer (21).

Tampilan Awal Google Chrome

Tampilan Awal Google Chrome

Chrome juga meningkatkan keamanan demi kenyamanan pengguna. Antara lain seperti memperingatkan pengguna apabila akan memasuki situs yang tidak aman, serta mem-blacklist phising dan malware. Selain itu, browser ini juga memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Kecepatan Chrome melebihi pesaing lainnya antara lain Safari, Firefox 3, Internet Explorer 7, Internet Explorer 8, bahkan Opera.

Google Chrome masih mempertahankan ciri khas sekaligus kelebihan Google: minimalis dan tepat guna. Hal ini bisa dilihat dari tampilannya yang berbeda dari browser lainnya, yaitu tanpa menu bar. Toolbar Chrome terdiri dari Back, Forward, Refresh, Home, Go, Address Bar, Cancel, Current Page menu, dan Settings.

Google Chrome menyediakan fitur “Recent bookmarks” memudahkan pengguna untuk mengakses kembali halaman situs yang sudah di bookmark. Dan apabila kita memiliki situs yang sudah kita bookmark dan sering kita kunjungi, kita bisa memasukkan situs tersebut ke “Bookmarks Bar” dengan sistem drag and drop. Kemudian, apabila kita secara tidak sengaja menutup sebuah tab, kita bisa mengaksesnya kembali melalui fitur “Recently closed tabs”. Fitur ini terus mengikuti keadaan karena adanya beberapa Javascript milik Google yang tergabung dalam browser Google yang pertama ini.

Google Chrome juga menyediakan Incognito Mode atau mode penyamaran. Mode ini digunakan apabila kita tidak ingin menyimpan browsing history maupun cookies dari situs-situs yang kita kunjungi. Meskipun demikian, fitur ini masih tetap merekam aktivitas download yang kita lakukan.

Chrome Incognito Mode

Chrome Incognito Mode

Apabila pengguna ingin melakukan searching ataupun googling, pengguna tidak perlu mengetikkan alamat situs Google. Cukup kita ketikkan kata kunci yang ingin kita cari (misal: Google Chrome) pada Address Bar Chrome. Maka secara otomatis, Google Chrome akan mencarikan situs-situs yang memuat kata kunci itu dengan search engine default, Google.

Tetapi di balik segala kelebihannya, Google Chrome tentu memiliki beberapa kekurangan. Fitur “Recently closed tabs”, misalnya, hanya membatasi 3 tab yang baru saja tertutup. Jadi, apabila kita menutup sebuah window dengan 6 tab, maka hanya 3 tab paling kiri saja yang masuk ke “Recently closed tabs”, dan perlu diingat bahwa isi fitur ini akan hilang secara otomatis setelah beberapa saat.

Selain itu, bagi yang terbiasa menggunakan fasilitas menu bar pada browser lain seperti Firefox, mungkin agak sedikit terganggu dengan tampilan Chrome yang tidak menampilkan menu bar. Karena dengan begini, kita harus menghafalkan tombol-tombol shortcut yang lazim dipakai (save, open, new tab, new window, dll).

Kemudian masalah Search Engine. Tidak seperti di Firefox, Google Chrome tidak terdapat pilihan search engine di toolbar. Jadi, kalau kita ingin mengganti search engine, kita harus masuk ke Setting – Options, kemudian pada default search ganti dengan search engine yang kita inginkan. Untuk blogging, browser ini kurang memuaskan. Ini disebabkan spasi satu baris yang kita tulis di Notepad dihitung sebagai dua baris saat menulis post baru menggunakan Google Chrome.

Secara keseluruhan, tampilan Google Chrome sudah cukup memadai sebagai sebuah browser. Bagi mereka yang mengandalkan kecepatan dan keamanan, browser ini layak untuk dicoba. Dan bagi yang ingin mencobanya, bisa download secara gratis di situs resmi Google Chrome.

Dari nilai antara 0-10, saya memberikan nilai 8,3.

Link terkait:

Google Chrome Official Site

Wikipedia (English)
Google Chrome
Acid1 Test
Acid2 Test
Acid3 Test

Blogs:
Official Google Blog: A fresh take on the browser
Kecebongsoft: Review Google Chrome

Tags: , ,

5 Responses to “Google Chrome; Browser Baru yang Minimalis”

  1. Xaliber says:

    Yang saya suka dari Chrome: ngeloading aplikasinya cepat. :D Di kala Firefox dan Opera butuh sekian detik sebelum terbuka, Chrome melakukannya hanya se per sekian detik. :mrgreen:

    Lumayan jadi alternatif browser. Sayang karena masih beta jadi fiturnya belum banyak.

  2. rio says:

    nunggu versi linuxnya keluar ah…. sabar..sabar… :D

  3. darkrevenant says:

    Hmm.. Kepingin coba tapi takut masalah sekuritas juga..

  4. Pandu says:

    @ Xaliber
    Yup, kecepatan selalu jadi andalan Google dalam setiap layanannya.

    Meski demikian, saya masih nggak bisa mengakses beberapa situs favorit saya. :(

    @ rio
    Semoga cepat keluar deh versi Linux-nya.. :D

    @ darkrevenant
    Kan ada warning kalau mau masuk situs bersekuritas rendah. ;)

  5. tia says:

    Yup, kecepatan selalu jadi andalan Google dalam setiap layanannya.

    Ya, biasanya. Makanya aku ngefans ama Google. Tapi beberapa minggu terakhir Gmail lemot abiss, bahkan kadang ga bisa diakses!

Leave a Reply